Friday, December 19, 2014

Anda berfikir bisa atau tidak bisa, keduanya adalah benar



Bayangkan  foto di atas, apa yang Anda lihat dan rasakan ? seorang ibu dengan 3 anaknya melenggang santai melintasi jembatan yang bagus. Pertanyannya, "jika Anda diminta untuk melewati jembatan itu, saya yakin Anda pasti berani. " Sekarang lihat foto kedua !



Bayangkan jika Anda dihadapkan pada kondisi jembatan seperti foto di atas, "Apa yang ada dalam pikiran Anda ? Ngeri, takut, entah apa lagi yang ada dalam pikiran Anda, yang pasti, jika Anda diminta melintasi jembatan ini, saya yakin Anda pasti tidak mau.

Kenapa ada perbedaan perasaan yang Anda alami ketika melihat kedua foto di atas ? Perbedaan ini terjadi karena pengaruh sugesti. Jembatan pertama tidak mengandung resiko untuk dilewati, sedang jembatan kedua sangat beresiko celaka, mempertaruhkan nyawa.

Apa yang Anda rasakan, keyakinan dalam diri Anda tentang apa yang bisa Anda lakukan, itulah sugesti diri. Anda dikondisikan oleh pikiran Anda sendiri. Berani dan takut itu ukurannya relatif, dan cuma Anda sendiri yang tahu. Ada kata-kata bijak, "if you think you can or you can’t, it’s both right," (jika Anda berfikir Anda bisa atau Anda tidak bisa, keduanya benar). Apa artinya ? semua hal tergantung pikiran Anda, jika Anda berfikir takut, maka takutlah Anda. Sebaliknya, jika Anda berfikir berani, beranilah Anda. Tergantung sugesti yang Anda miliki. Contohnya pada anak-anak sekolah pada foto kedua diatas.

Sugesti dan belajar

Sekarang, apa hubungannya sugesti dengan belajar? Belajar juga butuh sugesti diri, karena semuanya dimulai dari Anda sendiri, apakah Anda berfikir bisa atau sebaliknya ? Anda mau ujian, mulailah dengan keyakinan bisa, dan hasilnya kemungkinan besar seperti sugesti yang Anda yakini.

Berhasil atau tidaknya Anda dalam menghadapi tantangan tergantung dari bagaimana berpikir tentang Anda sendiri dan meyakini kekuatan Anda untuk menghadapinya. Jadi rugi sekali kalau Anda sekadar menjalani setiap kejadian tanpa diawali dengan keyakinan dan sugesti diri, seperti jalan-jalan tapi tidak yakin nyampe… pasti di tengah jalan was-was kan.

Jadi, mengawali segala tindakan melalui sugesti diri yang posifit tidak akan bikin rugi, malahan akan membuat kita lebih percaya diri ? Ini tipnya, singkatannya DRAFT :

  1. DELETE. Hapuskan segala yang merisaukan, masa lalu dan pengalaman tidak pernah bisa disalahkan, karena semuanya hanyalah sejarah, yang bisa kita lakukan hanya belajar dari pengalaman
  2. REPLACE. Ganti dengan hal-hal positif, dengan bekal belajar dari kesalahan, maka sudah sepantasnya Anda mengubah cara Anda, pandangan Anda terhadap apa yang akan Anda hadapi berikutnya.
  3. AFFIRM. Kuatkan dengan kata-kata bermakna, perlu sekali untuk menyatakan apa yang Anda rencanakan dalam kata-kata, moto atau ungkapan-ungkapan (meskipun dalam hati) yang semakin menguatkan Anda untuk maju.
  4. FEELING. Libatkan perasaan sampai Anda benar-benar terlibat, jangan pernah membohongi perasaan, berusahalah semakin peka dengan apa yang Anda rasakan, dan jangan malu untuk mengekspresikannya.
  5. TEMPO. Cobalah untuk mengatur tempo, stamina Anda tentu terbatas. Kesuksesan itu tidak bisa dicapai hanya dengan berlari cepat, akan tetapi bisa kita peroleh dengan berlari marathon. Mengatur tempo juga berarti peka dalam melihat peluang. 



      0 komentar:

      Post a Comment